Jumat, 19 Agustus 2016

sejarah berdirinya PT Astra International Isuzu sales operation cabang solo

     2.1.1  Sejarah Singkat Berdirinya Perusahaan

PT Astra International didirikan berdasarkan akta nomor 62 tanggal 20 Februari 1957 yang dibuat di hadapan notaris Sie Kwan Dijoe di Jakarta dan telah disahkan dengan keputusan Menteri Kehakiman RI No. J.A 505305, tanggal 1 juli 1957 dan telah didaftarkan pada Keparinteraan Pengadilan Negeri di Jakarta, serta diumumkan dalam tambahan No. 117 Berita Negara RI No. 85 tanggal 22 Oktober 1957.

Nama ASTRA sendiri diambil dari nama seorang dewi mitologi Yunani Kuno yang bernama Dewi Astra, putri Dewa Matahari Zeus dengan Dewi Thermis yang pergi ke angkasa dan menjadi bintang yang bersinar terang dalam gugusan rasi bintang virgo. Makna pemilihan nama Astra oleh para pendirinya yaitu kakak beradik William Soerjadjaya bersama Drs. Tjia Kia Tie dimaksudkan bahwa perusahaan ini nantinya diharapkan dapat langgeng dalam cita-citanya serta mempunyai masa depan yang sukses dan cerah seperti bintang di langit.

Seiring dengan perkembangan dunia otomotif yang sangat pesat dewasa ini, sehingga bersamaan dengan kemajuan PT Astra International dirasa perlu untuk membuka cabang di wilayah Solo khususnya untuk divisi Isuzu.

Pada tanggal 12 September 1992 berdirilah PT Astra International Isuzu Sales Operation cabang Solo yang bertempat di Jalan Slamet Riyadi no. 560 dengan menempati lahan kontrakan. Setelah 3 tahun, PT Astra International ISO cabang Solo pindah lokasi ke Jalan Adi Sucipto no. 45 Cololmadu Karanganyar, Solo. Baik itu untuk bengkel maupun kantor administrasinya sampai sekarang.

Saat ini PT Astra International ISO cabang Solo sudah berkembang pesat. Perusahaan ini sudah menjalankan fungsinya sebagai kantor penjualan mobil Isuzu, spare part, sebagai macam aksesoris untuk kendaraan Isuzu serta tentu saja berfungsi sebagai bengkel perawatan dan perbaikan kendaraan-kendaraan produk Isuzu.

2.1.2    Falsafah, Cita-cita dan Misi

Falsafah, cita-cita dan misi PT Astra International Isuzu Sales Operation cabang Solo adalah sebagai berikut:

  1. Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
  2. Memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pelanggan.
  3. Saling menghargai dan membina kerjasama.
  4. Berusaha mencapai yang terbaik.

Cita-cita :

Menjadikan pemuka di bidang perdagangan kendaraan bermotor dalam rangka menunjang pembangunan nasional, memberikan kepuasan yang optimal kepada semua pihak.

Misi        :

Mengadakan dan memasarkan kendaraan bermotor dan sarana penunjang dengan mutu yang baik, harga ekonomis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

2.1.3  Bidang Usaha dan Jaringan perusahaan

  1. Bidang Usaha PT Astra International

PT Astra International Isuzu Sales Operation cabang Solo merupakan suatu perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang penjualan yang dilaksanakan oleh PT Astra International Isuzu Sales Operation cabang solo sebagai berikut :

  1. Sales

Yaitu melayani penjualan kendaraan bermotor merk Isuzu untuk wilayah Jawa Tengah, khususnya Solo dan sekitarnya.

  1. Part

Yaitu melayani jasa penjualan suku cadang kendaraan (spare part) merk Isuzu Genuine Part.

  1. Service

Yaitu melayani dan memberikan pelayanan perbaikan sertya perawatan kendaraan merk Isuzu sehingga dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi konsumen dalam perawatan dan perbaikan kendaraanya.

  1. Jaringan Perusahaan PT Astra International ISO Cabang Solo

PT Astra International ISO cabang Solo mendistribusikan produk Isuzu untuk wilayah Jawa Tengah, nama-nama dealer yang disuplai adalah:

  1. PT Sasami Motor

Jl. Raya Palur

  1. Vulgo Armada Mobilindo

Jl. Soekarno Hatta Magelang

  1. PT Vulgo Armada International

Jl. Gerilya Timor 1112 Purwokerto

  1. PT Langgeng Service

Jl. Kijuru Martani Pati

  1. PT Torono Motor Service

Jl. Jendral Sudirman 61 Purwokerto

  1. PT Alexander Auto Service

Jl. Kolonel Sugiono 126 Tegal

  1. PT Adjin Motor

Jl. Raya 264 Wonogiri

Disiplin Kerja dan Tata Tertib Bengkel

Untuk mencapai hasil kerja yang maksimal, diperlukan disiplin kerja yang tinggi. Disiplin karyawan dapat dilihat dari ketaatan terhadap tata tertib bengkel dan peraturan perusahaan.

Tujuan utama dari peraturan dan tata tertib bengkel adalah agar karyawan mengetahui hak dan kewajibannya, sehingga tercipta hubungan kerja yang dikehendaki oleh pimpinan perusahaan, serta hubungan antar karyawan, menjamin peningkatan kesejahteraan karyawan sehingga timbul ketenangan kerja dalam perusahaan.

Adapun aturan perusahaan dan tata tertib bengkel adalah sebagai berikut:

  1. Keluar masuk bengkel harus lapor.
  2. Memakkan kartu hadir karyawan pada mesin pencatat waktu. Jam masuk 08.00 WIB, istirahat pukul 12.00-13.00 WIB dan pulang kerja pukul 16.30 WIB.
  3. Berusaha untuk masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya. Apanila terlamabt dikarenakan suatu hal yang tidak dapat ditinggalkan atau tidak masuk karena sakit atau ijin, maka foreman atau kepala bengkel harus tahu supaya tugas yang diberikannya dapat segera diselesaikan.
  4. Bila tidak masuk dikarenakan sakit, maka harus disertai dengan surat keterangan dokter.
  5. Tidak masuk dapat diterima apabila ijin telah diterima sebelumnya atau dikarenakan sakit parah atau darurat.
  6. Tidak masuk tanpa ijin selama 6 hari berturut-turut, setelah permohonan cuti ditolak, dianggap meninggalkan pekerjaan dan merupakan alas an yang sah bagi perusahaan untuk mengeluarkannya.
  7. Secara khusus karyawan bengkel diwajibkan mengenakan pakaian kerja.
  8. Karyawan atau mekanik dilarang duduk di dalam mobil customer tanpa alas an pekerjaan tertentu.
  9. Karyawan atau mekanik dilarang mengendarai mobil customer kecuali orang yang telah ditunjuk oleh perusahaan.
  10. Karyawan atau mekanik dilarang merokok pada saat jam kerja.
  11. Karyawan diharuskan mengerjakan pekerjaan sesuai dengan system yang telah ditetapkan dan merupakan taat laksana yang baik.
  12. Karyawan bertanggung juawab atas peralatan dan lingkungan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan.
  13. Barang yang akan dibawa keluar bengkel harus sesuai dengan system yang telah ditetapkan.
  14. Dilarang menggunakan telepon atau HP selama untuk keperluan selain dinas perusahaan.
  15. Menjaga kebersihan ruang makan dan menciptakan suasana yang berselera untuk makan.
  16. Tidak dibenarkan karyawan mempunyai pekerjaan rangkap dengan perusahaan lain.
  17. Barang-barang customer yang tertinggal dan barang-barang yang ditemukan karyawan maupun barangnya sekalipun tidak berharga, harus diserahkan kepada customer.

Disamping tata tertib atau disiplin kerja pada PT Astra International ISO cabang Solo, juga ditetapkan jam kerja ekstra atau dengan kata lain dibuka lebih lama, yaitu:

  1. Adanya masuk siang yaitu mulai pukul 10.00-18.00 WIB yang aturannya secara bergiliran sebanyak tiga mekanik dalam satu hari, satu kepala regu dan satu SA. Pelaksanaan masuk siang ini dilakukan setiap hari senin, kamis dan sabtu.
  2. Hari minggu yaitu piket masuk kerja yang terdiri dari empat mekanik, satu kepala regu dan satu SA. Jam masuk kerja dari pukul 09.00-15.00 WIB.

Hal ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan, sehingga customer lebih puas. Untuk pelayanan tersebut, setiap mekanik dikenakan jadwal piket secara bergiliran dan bagi mekanik yang tidak mengindahkan akan dikenakan sanksi yang berupa surat peringatan.

2.4.2  Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja adalah suatu tindakan pada saat proses kerja di bengkel berlangsung atau pada saat mekanik bekerja dengan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan sesuatu yang dapat membahayakan diri orang di sekitar. Dengan kata lain bekerja dengan prosedur yang benar sesuai tata tertib pelaksanaan. Hal ini bertujuan agar mekanik yang bekerja selalu memperhitungkan tindakan yang akan diambil pada saat bekerja. Disamping itu juga melatih diri sendiri untuk berperilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan keselamatan kerja di instalasi bengkel sesuai dengan prosedur yang benar memang berat, sebab untuk melaksanakannya atau menerapkannya diperlukan waktu yang tidak sedikit, bahkan dapat memakan waktu kerja kita. Melihat hal tersebut pelaksanaan penerapan keselamatan kerja tetap harus dilaksanakan, sebab hal ini menyangkut diri karyawan yang ada di bengkel dengan aktivitas masing-masing.

Penerapan keselamatan kerja ini mencakup beberapa hal dan ketentuan bagi mekanik, misalnya:

  1. Selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas kerja.
  2. Pada saat bekerja, mekanik harus mengenakan pakaian kerja (warepack) dan sepatu kerja yang sesuai dengan standar keamanan diri mekanik.
  3. Pada saat bekerja tidak boleh merokok.
  4. Pada saat bekerja dituntut untuk dapat menggunakan alat dengan baik dan benar sesuai dengan funsi dan kegunaannya. Bila seorang mekanik tidak menggunakan alat dengan benar, akan membahayakan dan merugiakan dirinya sendiri, sebab akan menyebabkan kerusakan pada alat dan objeknya, maka mekanik tersebut harus mengganti alat atau objek yang rusak.
  5. Bila akan membuka kap mesin atau melakukan seuatu kegiatan dengan membuka kap mesin, maka kita harus menutup body mobil samping dengan fender cover sebagai pengaman dan pelindung. Pada kegiatan yang kita lakukan berkaitan dengan mesin, kita membuka kap mesin, jadi kita harus melindungi fender samping karena pada umumnya kendaraan Isuzu Panther adalah jenis pick-up dan minibus yang mesinnya terletak di depan kemudi. Selain juga memakai seat cover pada saat mengerjakan pekerjaan di dalam mobil.
  6. Selalu menjaga kebersihan dalam bekerja baik sebelum maupun sesudah melakuan service baik kebersihan mobil customer, tempat bekerja maupun kebersihan diri mekanik sendiri.

2.4.3  Mengoperasikan dan Merawat Instalasi Bengkel

Dalam pelaksanaan perawatan instalasi bengkel, kita akan membahas tiga waktu (kala) dan cara dalam perawatan instalasi bengkel, antara lain sebagai berikut:

  1. Pengoperasian dan perwatan awal
  2. Pengoperasian dan perawatan saat bekerja
  3. Pengoperasian dan perawatan setelah akhir kerja

Pengoperasian dan perawatan instalasi bengkel merupakan kegiatan yang berfungsi untuk pengaturan jalannya kerja bagi karyawan bengkel. Berjalannya kegiatan yang tertib di bengkel akan terjaga bila selalu didukung dengan orang yang ada dalam lingkungan bengkel, itu merupakan suatu unsure yang penting.

Selain mencakup perawatan tiga bagian di atas, dalam pelaksanaan pengoperasian dan perawatan instalasi bengkel ini juga mencakup pengoperasian dan perawatan bengkel baik milik pribadi yang merupakan pemberian dari perusahaan maupun peralatan bengkel yang merupakan milik bersama. Dalam pelaksanaan pengoperasian ini masing-masing individu mempunyai tigas sesuai dengan yang telah diuraikan di atas.

2.4.4  Kesejahteraan Karyawan

PT Astra Internasional ISO cabang Solo memberikan jaminan social dan kesejahteraan bagi karyawan merupakan bantuan yang diberikan dalam rangka perlindungan, perawatan dan kesejahteraan karyawan.

Bentuk kesejahteraan yang diberikan ke[ada karyawan antara lain:

  1. Asuransi kecelakaan diri
  2. Tunjangan pengobatan
  3. Tunjangan makan dan minum setiap hari di kantor
  4. Tunjangan transport
  5. Tunjangan cuti besar
  6. Sumbangan rumah sakit (sumbangan yang diberikan kepada karyawan dan keluarga untuk kepentingan rawat di rumah sakit berdasarkan keterangan tertulis dari dokter)
  7. Sumbangan kacamata (diberikan kepada karyawan yang matanya tidak normal)
  8. Sumbangan kedukaan
  9. Sumbangan bersalin (bagi istri karyawan)
  10. Pakaian dan perlengkapan kerja

Disamping itu bentuk kesejahteraan di atas, masih ada kesejahteraan lain berupa fasilitas-fasilitas dari perusahaan, antara lain:

  1. Fasilitas olah raga
  2. Fasilitas bedah
  3. Fasilitas rekreasi bersama keluarga PT Astra Internasioanal ISO cabang Solo
  4. Fasilitas kredit kendaraan tanpa bunga dengan angsuran disesuaikan dengan tingkat golongan karyawan
  5. Fasilitas bonus tahunan, THR, uang lembur
  6. Fasilitas keakraban dalam Dies Natalis Astra Group cabang Solo

2.5     Teknik Pelaksanaan

2.5.1  Pelayanan Pelanggan dan Prosedur Service

PT Astra Internastional ISO cabang Solo dalam memberikan pelayanan kepada customer atau pelanggan selalu berpegang teguh pada prinsip “Good Quality Service” dimana harus memberikan pelayanan yang baik sehingga kepuasan pelanggan dapat terpenuhi, sedangkan proses pelayanannya dapat di klasifikasikan sebagai berikut:

Prosedur Service

Pelayanan service dan reparasi terhadap kendaraan pelanggan merupakan hal yang penting untuk menentukan jalannya roda perusahaan dalam menciptakan kepuasan pelanggan. Di sini juga dijelaskan secara terperinci mengenai jalannya atau langkah-langkah penanganan kendaraan pelanggan mulai dari masuk hingga kendaraan tersebut keluar.

Adapun peraturan langkah-langkah tersebut antara lain:

  1. Pendaftaran

Pelanggan datang ke bengkel disambut oleh Service Advisor (SA). Pelanggan menyampaikan keluhan-keluhan yang terjadi pada kendaraannya dengan terlebih dahulu memperlihatkan SIM, STNK dan buku service jika pelanggan membawa.

  1. Pengecekan

Setelah pendaftaran, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan yang dilakukan oleh SA atau foreman. Kendaraan diperiksa kelengkapannya, kemudian SA membuat Work Order (WO) untuk selanjutnya diberikan ke teknisi.

  1. Diagnosa

Sebelum pembuatan WO, SA menganalisis untuk menentukan kerusakan yang terjadi pada mobil customer sesuai dengan keluhan awal tadi. Hasil diagnosa dimasukan dalam WO dan Perintah Kerja Bengkel (PKB) dan diserahkan kepada leader group/ kepala regu mekanik kemudian dibagikan kepada mekanik untuk segera melakukan pekerjaan yang tertera di PKB.

  1. Pengerjaan

Leader group / karu menyamapaikan PKB kepada mekanik sesuai dengan WO, jika ada komponen pada mobil customer yang perlu diperbaiki atau diganti tetapi belum tercantum di WO, maka mekanik harus menginformasikan kepada SA untuk kemudian mengganti spare part, bukti penggantian spare part akan dicantumkan dalam WO oleh partman disertai dengan nota jenis barang, satuan dan harganya. Hal tersebut dilakukan apabila customer setuju untuk mengganti spare part baru, jika customer menolak, maka spare part tidak jadi diganti.

Untuk menjaga kualitas pekerjaan, maka perlu adanya cek ulang pekerjaan oleh leader group / karu dengan test drive dahulu mobil yang telah dikerjakan oleh mekanik agar saat mobil yang sampai ke customer dalam keadaan lengkap dan sudah selesai untuk diperbaiki.

Setelah mobil selesai dicek ulang, kemudian mobil customer tersebut dicuci oleh washingman, bila pelanggan tidak menginginkan mobilnya untuk tidak dicuci juga tidak apa-apa. Setelah mobil dicuci, lalu mobil tersebut diparkirkan di depan ruang receptionist. Mobil siap untuk dikembalikan ke customer.

  1. Pembayaran

Untuk pembayaran, customer harus menunjukan penerimaan dan pengembalian kasir, segala pekerjaan mekanik termasuk nota penggantian spare part dan bahan yang telah digunakan dibebankan kepada pelanggan. Setelah selesai, pelanggan menerima bukti pembayaran dan kuitansi untuk pengambilan mobil.

  1. Penyerahan

Dengan menunjukan surat bukti pembayaran dan surat pengambilan kendaraan kepada SA, pelanggan dapat mengambil kendaraannya di depan ruang tunggu atau receptionist.

2.5.2 Proses jalannya Work Order

Proses service kendaraan di PT Astra International ISO cabang Solo dibuat baku dengan tujuan supaya hasil kerja terbaik dan kelancaran service, sehingga customer puas. Untuk itu diperlukan koordinasi kinerja yang baik antara karyawan service. Proses jalannya Work Order secara garis besar dapat dibagi menjadi 2, antara lain:

  1. Kendaraan Masuk

Kendaraan customer yang akan diperbaiki masuk ke area PT Astra International ISO cabang Solo langsung diterima oleh satpam untuk ditunjukkan tempat parkir bengkel.

PROSES JALANNYA WORK ORDER

Gambar 2.4 : proses jalannya work order

Keterangan:

Garis lurus : Proses penyerahan Work Order oleh SA berdasarkan keluahan customer sampai ke tangan mekanik untuk diperbaiki.

Garis putus-putus : Proses jalannya Work Order setelah perbaikan dari mekanik sampai kepada SA dan kasir untuk selanjutnya diserahkan ke customer sebagai bukti.

Selanjutnya customer masuk ke bengkel dan diterima oleh frontman / Service Advisor. Dalam tahap ini keluhan dari customer dicatat oleh SA dan melakukan diagnosa di mobil untuk mencari penyebab dari kerusakan yang telah dikeluhkan oleh customer.

Selanjutnya kerusakan ini dicatat dalam Perintah Kerja Bengkel (PKB) dan kemudian dipindahkan ke Kartu Langganan (KL). Disamping dicatat keluhan, di dalam PKB juga dicantumkan pekerjaan yang akan dilakukan oleh mekanik yang telah diminta persetujuannya dari customer, jika akan mengganti spare part. Setelah selesai mencatat, PKB diserahkan kepada mekanik dengan penjelasan kerusakan pada mobil dan service yang akan dilakukan.

Setelah itu mekanik melakukan perbaikan seperti yang dicantumkan pada PKB. Jika mekanik mengalami kesulitan dalam menjalankan pekerjaannya, maka ia wajib menanyakan kesulitan tersebut kepada kepala regunya dan jika belum berhasil juga, maka kepala regu bersama dengan SA mencari jalan keluarnya bersama. Bila belum berhasil juga, maka mereka meminta bantuan kepada Kepala Bengkel untuk memecahkan masalah tersebut bersama-sama.

  1. Kendaraan Keluar

Setelah mekanik selesai memperbaiki mobil sesuai dengan uraian pekerjaan yang tercantum pada PKB, kemudian mobil pelanggan tersebut beserta PKB tersebut diserahkan kepada kepala regu untuk dicek ulang dan dilakukan test drive agar memastikan bahwa tidak ada hal yang kurang atau rusak pada mobil pelanggan saat mobil tersebut dikerjakan oleh mekanik. Jika mobil ada yang kurang atau kondisinya masih kurang, maka mobil pelanggan akan diserahkan kembali kepada mekanik yang mengerjakan mobil tersebut untuk dikerjakan kembali. Setelah itu, PKB diserahkan ke unit administrasi untuk dibuat faktur pembayaran baik untuk penggantian komponen maupun pembayaran service. Setelah seluruh kegiatan service selesai, maka customer membayar besar biaya service ke kasir sesuai dengan nota yang telah dibuat di masing-masing departemen. Oleh kasir, faktur kendaraan dan kunci kendaraan diserahkan customer.

2.5.3  Jenis-jenis Pelayanan

Jenis-jenis pelayanan yang dilakukan di PT Astra International -ISO cabang Solo adalah sebagai berikut:

  1. Perawatan berkala (regular check) yang dilakukan setiap kelipatan 5.000 – 10.000 km.
  2. Perbaikan terhadap trouble shooting (general repair) yang meliputi:
  3. Electrical repair
  4. Chasis repair
  5. Power train repair
  6. Body repair
  7. Overhaul engine
  8. Power-up engine

2.5.4  Jasa Service

  1. Tune up : Rp 231.000
  2. Rem : Rp 346.500
  3. Ball Joint : Rp 346.500
  4. Suspensi : Rp 438.900
  5. Kopling : Rp 427.350
  6. Laker Roda Depan : Rp 207.900
  7. Laker Roda Belakang : Rp 346.500
  8. Tie Rod : Rp 427.350
  9. Ganti Oli Lengkap : Rp   46.200
  10. Ganti Oli Mesin : Rp   35.650

Tidak ada komentar:

Posting Komentar